Hitung Suara di Wilayah Kerja Frankfurt Berjalan Lancar dan Tertib

Pada tanggal 17 April 2019, PPLN dan KPPSLN Frankfurt telah melakukan Penghitungan Suara dari hasil Pemungutan Suara di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) dan Pos di wilayah kerja KJRI Frankfurt. Wilayah kerja KJRI Frankfurt meliputi 6 Negara Bagian di Jerman dan total terdapat sekitar lebih dari 50% WNI di Jerman. Proses pemilahan (sortir) Sampul 2 (Sampul Balasan pemilih dengan metode Pos) dilakukan sejak pukul 07.00. Dilanjutkan dengan rapat penghitungan suara yang dibuka pukul 08.00 bertempat di KJRI Frankfurt. Surat suara terlebih dahulu disimpan di salah satu ruangan steril KJRI Frankfurt yang dilengkapi dengan CCTV.

Penghitungan dilakukan dalam 6 kelompok berdasarkan metode pengumpulan surat suara, yaitu 1 melalui TPS dan 5 melalui pos. Mengingat terbatasnya ruangan, basement KJRI Frankfurt juga difungsikan sebagai salah satu tempat penghitungan suara.

Partisipasi masyarakat meningkat pada Pemilu 2019, yang memilih dengan metode Pos mencapai 57% dan partisipasi pemilih di TPSLN mencapai 79,96% dari total pemilih yang terdaftar, lebih tinggi dari Pemilu 5 tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari upaya Sosialisasi Pemilu dari berbagai pihak, khususnya PPLN Frankfurt, maupun masyarakat Indonesia yang peduli terhadap Pemilu.

Proses penghitungan suara ditayangkan melalui siaran langsung yang dapat diakses di platform YouTube. Hal ini untuk mempermudah bagi WNI yang ingin menyaksikan penghitungan suara secara langsung tanpa harus hadir di lokasi KJRI Frankfurt.

Hadir beberapa anggota masyarakat yang berdomisili di wilayah Frankfurt dan sekitarnya untuk menyaksikan secara langsung penghitungan suara di KJRI Frankfurt. Selain itu, Panwaslu Frankfurt dan para saksi dari masing-masing Paslon dan Partai juga turut serta dalam penghitungan suara tersebut. Mereka cukup antusias dan tertib dalam mengikuti jalannya penghitungan suara. Sajian snack dan kue ala Indonesia di sela-sela penghitungan suara juga membuat jalannya acara semakin meriah.

Dari total surat suara sah TPS dan pos wilayah kerja Frankfurt sejumlah 5149, untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tercatat 4353 suara untuk Paslon 01 atau 84,54%, kemudian 796 suara untuk Paslon 02 atau 15,46% dan 419 suara tidak sah. Adapun partai yang meraih surat suara terbanyak adalah PSI (1738 suara atau 38 % dari total 4569 suara sah), PDIP (1431 suara atau 31%), PKS (488 suara atau 10%), Nasdem (209 suara atau 4,6% ) , Golkar (183 suara atau 4% dari 4569 total suara sah) dan Gerindra (136 suara atau 3% dari total suara sah).

Secara umum, proses penghitungan suara berjalan lancar, aman dan tertib. Acara penghitungan suara selesai pada pukul 05.00 pagi di tanggal 18 April 2019 dengan durasi total 22 jam. Acara penghitungan suara yang dimulai dengan penghitungan suara PPWP yang dilanjutkan dengan penghitungan suara DPR di enam titik (lima titik Pos dan satu titik TPSLN) disaksikan oleh saksi Paslon saksi partai politik dan Panwaslu. “Semua petugas bekerja keras, cermat dan maksimal, tanpa kehilangan keceriaan dan semangat, walau proses berjalan panjang. Tidak ada kendala yang signifikan” menurut Juanita Nababan, Ketua PPLN Frankfurt. Suasana tetap kondusif dari awal hingga akhir proses penghitungan dan masyarakat membaur dengan cair tanpa terkotak-kotak antara satu dengan yang lain. Meskipun berbeda pilihan, masyarakat tetap menjaga persaudaraan.

Hormat kami

PPLN Frankfurt

Klarifikasi tentang situasi TPSLN Frankfurt, tanggal 13 April 2019

Kepada Yth. Para Pemilih di Wilayah Kerja PPLN Frankfurt,

bersama ini kami ingin klarifikasi dua point yang ternyata diviralkan di berbagai kanal media sosial, yang kami sayangkan berisikan informasi dan interpretasi yang tidak akurat, bahkan di beberapa sisi tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi:

1. Guna melayani Pemilih Khusus yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih PPLN Frankfurt (baik di dalam DPTLN maupun DPTbLN), PPLN Frankfurt tidak diperbolehkan dan tidak menggunakan surat-surat suara Return-to-Sender yang ditujukan bagi Pemilih/Calon Pemilih yang terdaftar dalam DPTLN dan DPTbLN dengan metode Pos. PPLN Frankfurt hanya bisa menggunakan surat suara yang tersedia di TPSLN, yang berasal dari surat suara cadangan serta surat suara milik calon pemilih yang terdaftar di DPTLN dan DPTbLN TPSLN yang sampai pukul 18.00 (saat penyerahan C6 ditutup) ternyata tidak hadir di TPSLN Frankfurt. Harap dimaklumi, bahwa surat suara yang tersedia jumlahnya memang terbatas. Jumlah surat suara yang tersedia untuk pemilih di TPSLN telah diperiksa dan dihitung ulang disaksikan oleh Saksi-saksi Paslon, saksi-saksi Partai Politik dan Panwaslu Frankfurt pada saat Rapat Pemungutan Suara di TPSLN Frankfurt pada tanggal 13.04.2019, dan jumlah ini sesuai dengan surat suara yang dihitung kembali pada akhir hari pemungutan suara di TPSLN Frankfurt pada tanggal 13.04.2019 yang kembali disaksikan oleh Panwaslu LN Frankfurt dan para saksi.

2. PPLN Frankfurt juga membuka meja layanan untuk para calon pemilih yang memberikan suara melalui metode POS. Calon Pemilih dengan metode Pos dapat mengantarkan langsung Sampul 2 untuk dimasukkan ke dalam Kotak Suara Khusus untuk metode Pos. Para calon pemiilh yang tidak memperoleh surat suaranya via Pos, yang surat suaranya Return-to-Sender dan kembali ke PPLN Frankfurt, diinformasikan oleh PPLN Frankfurt untuk datang langsung ke meja layanan metode Pos yang berlokasi di depan pintu masuk TPSLN di lantai satu, agar dapat dibantu lebih lanjut oleh rekan-rekan KPPSLN Pos. Bagi mereka yang mendapatkan surat suara mereka dari meja layanan Pemilih Pos, PPLN Frankfurt selalu mengingatkan kepada setiap calon pemilih untuk mencari tempat yang sesuai untuk mencoblos, karena pilihan mereka adalah rahasia. Isu di media sosial bahwa tidak ada bilik suara di TPSLN Frankfurt itu tidak benar! Video yang beredar itu menunjukkan calon pemilih metode pos yang memutuskan sendiri untuk mencoblos di tempat tersebut. Seluruh proses di meja layanan Pos disaksikan oleh Panwaslu Frankfurt. Saksi Partai Politik dan Paslon pun melihat kondisi keadaan di lapangan dan kami memberikan penjelasan yang sama.

Demikian klarifikasi yang dapat PPLN Frankfurt berikan atas viralnya informasi di media sosial yang kurang tepat. Terima kasih atas perhatiannya

Hormat kami

PPLN Frankfurt